Puisi #2

cahaya itu kini meredup
seiring dengan matahari yang mulai tertutup

lampu telah dinyalakan
api pelita telah berpendar
namun kerlip cahaya itu tak kunjung kembali

ia pergi
bersembunyi
dalam gelap malam yang sunyi
berselimutkan kelam dan sepi

apa lagi yang kau tunggu, hai penyair?
cahaya itu telah tiada
ia berlalu bersama waktu
yang hanya menyisakan masa lalu

apa lagi yang kau harapkan, hai penyair?
kata-katamu telah lenyap
beriringan dengan cahayamu yang terlelap

kini, hanya ada kau dan suram
tak ada lagi cahaya,
tak ada lagi kata-kata
tak ada lagi sang penyair
yang ada
hanyalah kau
dan suram

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s