Puisi #1

fajar telah menyingsing
tetapi kau masih di sana,
di tempat pembaringanmu

katamu, kau pergi ke taman di seberang sana
menatap bunga
menyimak rumput
menghirup embun
yang bermain di atasnya

katamu, teruna itu duduk di sampingmu
cukup tampan, gumamku
ia menemanimu dalam diam
mengajarimu untuk mendengar kicauan
mengajakmu bersenandung bersama aliran air

aku ingin ikut bersamamu
ke taman itu
taman yang indah
di mana bebatuannya
memijat lembut kakiku
dan semilir anginnya
membelai lembut tengkukku

kau dan aku
bersama sang teruna
bercengkerama dengan mereka,
penghuni taman yang di seberang

tiba-tiba, kau pun berlalu
lenyap
hilang
hampa

sayup-sayup terdengar suaramu
memanggil namaku dari kejauhan

“fajar telah menyingsing
tetapi kau masih di sana
di tempat pembaringanmu”
kesepian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s