Puisi: “Karena Aku Wanita”

Puisi ini merupakan karya pena dari Faiga Ramadhiani Cahya Kesuma (Ega), teman sekelasku waktu SMA. Puisi ini dibuat tahun lalu, ketika kami duduk di kelas XII-Bahasa. Saat itu, guru mapel Sastra Indonesia kami menugaskan kami untuk membuat puisi dan, ini adalah salah satu karya yang mendapat pujian dari sang guru.

Check this out!

KARENA AKU WANITA

 

Helaian daun

Satu demi satu berguguran

Berganti dari musim ke musim

Hingga raga ini terdiam tanpa kata

 

Aku memandangi langit

Yang semula cerah

Kini menjadi gelap gulita

Dan selamanya akan begitu

 

Ketahuilah, aku ini tulang rusukmu

Bukan tulang kakimu yang selalu kau injak-injak

Aku ini wanita

Bukan boneka yang selalu kau permainkan

 

Aku jenuh memandangi langit yang selalu hitam

Gelap tak berpandang

Karena aku wanita, karena aku selalu menjadi kakimu

 

Karya: Faiga Ramadhiani Cahaya Kusuma

Image

Thanks to Ega yang sudah ijinin saya untuk post puisi ini. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s